Tag Archive | sambal

Ciri Produksi Muntilan

Di dapur kami, salah satu barang yang sering harus diganti baru adalah ciri atau ulekan untuk membuat sambal atau ulekan bumbu masakan. Barang yang satu ini sebenarnya cukup awet tapi pasangannya itu yaitu muthu-nya yang sering patah jadi dua. Akhirnya ya nasib kalau mengulek sering kesusahan sedikit untuk dapat memegang muthu karena tidak nyaman blas. Yang penting sambal atau ramuan bumbu dapat halus sih…

Untuk dapat beli ciri dan muthu ini sebenarnya tersedia di pasar di Yogyakarta. Satu yang menarik adalah ternyata saya malas membelinya di pasar, soalnya termasuk barang berat. Malas bawanya kalau naik motor.

Aneka ukuran ciri yang dijual di Muntilan

Aneka ukuran ciri yang dijual di Muntilan

Silakan borong mau berapa saja, tersedia stock banyak.

Silakan borong mau berapa saja, tersedia stock banyak.

Alternatif yang lebih mungkin adalah dengan membeli kalau pas sedang lewat daerah Muntilan, Magelang. Daerah ini memang dikenal sebagai daerah penghasil ukiran batu gunung yaitu batu-batu hitam yang besar itu. Batuan ini kemudian diukir jadi patung atau benda-benda ukiran bernilai seni lainnya. Harganya sudah pasti mahal tentu walaupun mungkin kalau dibeli di daerah situ pun relatif lebih murah. Selain ukiran patung tadi, ternyata daerah itu juga banyak menghasilkan ciri dan muthu untuk alat dapur ini. Jadi di banyak pengukir batu itu selalu juga memiliki stok tumpukan ciri dan muthu itu.

Kalau kami lewat sana, yang sering tentu saja membawa mobil. Jadi tidak ada alasan lagi untuk malas membawanya karena berat. Tapi faktanya sampai sekarang kalau lewat ke sana juga tidak pernah beli-beli juga. Aneh….

Akhirnya ya nasib, kalau harus mengulek pakai muthu yang patah itu…

Bakso Sampurna Temanggung

Kadang sering lewat daerah Temanggung ingin beristirahat dan mencari makan juga. Kalau yang khas di sana sebenarnya adalah bakso ulek. Kuliner yang satu ini pernah ditulis di blog anak saya (baca di sini). Bakso ulek Temanggung dijual di tempatnya di jalan raya sebelah timur pasar. Ada juga sih yang jual di deretan kios kaki lima yang mangkal di tepi alun-alun kota ini. Tetapi sering juga kami pergi ke tempat makan lain yakni warung bakso Sampurna.

Warung ini kata suami saya sudah lama sekali ada karena memang dulu sewaktu KKN tahun 1991 sudah sering makan bakso di situ. Warung bakso ini tadinya ada di dalam pasar Temanggung, tetapi kalau kami lebih suka makan yang di warung bakso di Kranggan. Warungnya ini di tepi jalan raya Temanggung-Secang di sebelah utara jalan pas pertigaan di Kranggan itu.

Makan bakso di sini dapat memilih menu cukup bervariasi. Kalau lapar pun dapat meminta tambahan nasi kupat. Selain pilihan bakso standar seperti bakso biasa, bakso urat, mi kuning, mi putih atau soun, dan tahu. Biasanya juga ditambahi dengan potongan daging sapi atau tetelan. Pelengkapnya tentu ditaburi irisan daun sawi, daun seledri dan bawang goreng. Lengkap deh dalam satu mangkok disiram dengan kuah bakso yang panas dan gurih. Selamat mencoba juga kuliner bakso yang satu ini.

Semangkok bakso Sampurna Temanggung.

Semangkok bakso Sampurna Temanggung.

Baca lebih lanjut

Sate Ambal yang Khas

Sate ayam merupakan salah satu makanan paling popular di tanah air. Daging ayam yang dipotong kecil-kecil dan kemudian ditusuk bilah bambu atau lidi untuk kemudian dimatangkan dengan jalan dibakar di atas bara. Sate ayam ternyata dalam perkembangannya diketahui banyak muncul dengan sangat bervariasi khususnya tergantung dari bumbu yang digunakannya. Salah satu jenis sate ayam yang cukup dikenal ini adalah sate ayam yang berasal dari daerah Kebumen, tepatnya dari daerah Ambal. Oleh karena itu sate ayam ini juga dikenal sebagai Sate Ayam Ambal.

Saat ini kuliner sate ayam ambal memang telah cukup banyak dikenal. Sebagai kuliner yang khas dari daerah Ambal ini, sangat berbeda dari kebanyakan sate ayam yang lain. Yang jelas sate ini cukup enak dan harganya pun relatif tidak terlalu mahal, jadi banyak orang pun segera menyukainya.

Sate ayam ambal.

Sate ayam ambal.


Baca lebih lanjut

Ambal Penghasil Sate Ayam

Kalau anda lewat Kebumen melalui jalur selatan, pastilah melewati kota kecamatan yang bernama Ambal. Daerah ini bersebelah dengan Mirit yang sekarang ini sedang ramai masalah eksploitasi pasir besi.

Kota kecamatan Ambal ini sebenarnya relatif cukup sepi. Walaupun sekarang sudah dilewati jalur selatan, tetapi masih belum tumbuh optimal. Terlebih di malam hari, daerah ini masih cukup sepi. Kami saja walaupun sudah cukup sering lewat jalur selatan ini, kalau sudah menjelang petang, lebih suka memilih jalur biasa lewat Kebumen-Purworejo daripada lewat jalur selatan yang lewat Ambal ini. Tetapi kalau untuk perjalanan santai khususnya di siang hari, jalur ini boleh jadi sebagai alternatif.

Kalau anda mau beristirahat, biasanya mengambil tempat di pom bensin atau di satu rumah makan, maka kalau lewat jalur selatan ini pilihan itu harus diganti. Pom bensin atau spbu di jalur ini tidak ada, paling hanya pengecer-pengecer saja, jadi pastikan mobil anda cukup bahan bakar dengan diisi dulu di Congot kalau dari arah timur atau di Karanganyar kalau dari arah barat. Untuk tempat makan, mungkin yang paling representatif adalah bertempat di Ambal ini.

Mengapa Ambal ? Karena di Ambal ini, mungkin sudah banyak dikenal orang dengan tempat makan sederhana dengan menu makanan khasnya berupa sate ayam. Sate ini memang menjadi ciri khusus daerah ini. Banyak warganya membuka warung dan berjualan sate ayam ini. Jadi tidak heran kalau masuk ke daerah ini terus disambut dengan berbagai pelang nama yang menawarkan sate ayam khas Ambal.

Suasana jalan di daerah Ambal yang penuh papan nama warung sate.

Suasana jalan di daerah Ambal yang penuh papan nama warung sate.

Baca lebih lanjut

Kenikmatan Kuliner Rujak Tersembunyi di Klampok Banjarnegara

Di Yogyakarta sudah biasa dikenal menu makanan lotek. Menu ini berupa sayuran rebus yang dibuat dengan bumbu kacang segar diulek langsung di wadahnya. Menu lotek ini kalau di daerah Banyumas ternyata disebut dengan rujak, tepatnya rujak sayur atau istilah lokalnya adalah rujak matang. Kalau di Yogyakarta, nama rujak merujuk pada makanan yang sama hanya isinya berupa buah-buahan, maka di Banyumas istilah rujak ini juga sama untuk ulekan buah-buahan ini juga. Tepatnya disebut sebagai rujak mentah, memang sih buahnya tidak direbus terlebih dahulu.

Tulisan ini sih bukan membahas perbedaan rujak itu, tapi malah mau menceritakan tentang pengalaman berkunjung menikmati warung rujak di satu daerah kecil di Banyumas, tepatnya di Klampok, Banjarnegara. Daerah ini sebenarnya lebih terkenal dengan sentra kerajinan keramik yang khas daerah setempat dengan ornamen cantik dan glasir permukaan yang berwarna-warni. Jadi jangan heran kalau kuliner di situ pun kalah pamornya. Tapi juga jangan heran kalau warung rujak ini tidak tepat disebut kuliner istimewa. Hal ini karena warung rujak yang saya tuliskan di sini benar-benar tidak dapat membuat orang banyak berhenti mampir, kecuali orang-orang setempat atau orang-orang yang sudah tahu dan pernah mampir di sini.

Warung rujak ini walaupun menurut banyak orang cukup istimewa. Akan tetapi jika dilihat dari bentuk warungnya memang sangat sederhana. Kalau istilah orang Jawa tepatnya adalah “ora mitayani babar blas”. Lokasi warung ini cukup tersembunyi dan berada persis di sebelah kantor pos Klampok. Jadi mudahnya orang tinggal mencari dan berhenti di sebelah kantor pos ini saja. Bangunannya juga berupa warung yang menggunakan bambu dan dinding gedhek saja. Tidak ada papan namanya. Bahkan warung ini tersembunyi lagi karena berada di samping belakang warung makan nasi campur lain. Akan tetapi pengunjung kalau sudah dapat mengetahui kantor pos ini maka langsung tahu lokasi warung rujak ini.

Embah, rujak-e sing mbuket nggih.....

Embah, rujak-e sing mbuket nggih.....


Baca lebih lanjut