Tag Archive | periksa gigi kanoman

Pasta Gigi Khusus Perokok

Salah satu jenis orang yang memiliki permasalahan khusus dalam hal kesehatan gigi dan mulut adalah seorang perokok. Kebiasaan merokok secara rutin tentu saja akan meninggalkan masalah di mulut yang bersangkutan. Dengan jalan menghisap asap rokok maka akan ada asap yang masuk dan memenuhi rongga mulut. Asap ini mengandung banyak komponen senyawa dan sebagian di antaranya dapat tertinggal di dalam mulut, bahkan dapat menempel di permukaan gigi. Jika bagian yang menempel ini berterusan maka dapat menjadi kerak yang keras. Hal ini dapat ditandai dengan perubahan warna gigi yang menjadi kecoklatan, serta bau mulut yang bersangkutan khas dengan aroma nikotin. Bagi seorang perokok kebiasaan ini sering juga disertai dengan kebiasaan minum teh atau kopi kental. Kebiasaan terakhir ini juga berakibat menambah efek pada warna gigi yang menjadi bertambah pudar.

Untuk merawat kebersihan dan kesehatan gigi, maka orang setiap harinya dianjurkan untuk melakukan aktivitas gosok gigi minimal dua hari sekali. Bagi seorang perokok, maka hal ini pun hendaknya dilakukan dengan lebih sering. Akan tetapi untuk menghilangkan efek rokok pada gigi akan menjadi masalah yang tidak mudah dipecahkan. Cara terbaik memang harus pergi ke dokter gigi untuk dilakukan proses scaling dan pemutihan warna gigi.

Sebagai alternatif untuk perawatan gigi sehari-hari maka para perokok dapat melakukannya dengan menggunakan pasta gigi khusus. Pasta gigi khusus perokok ini spesial diformulasikan untuk menghilangkan kerak tembakau, kopi atau teh secara efektif dan aman. Pasta gigi ini dapat digunakan secara rutin untuk menghasilkan gigi yang putih alami dan sehat. Para perokok dapat mencoba untuk memilih jenis produk ini untuk digunakan mereka dalam melakukan aktivitas gosok gigi sehari-hari.

Salah satu contoh produk pasta gigi untuk perokok.

Salah satu contoh produk pasta gigi untuk perokok.

Baca lebih lanjut

Menemani Anak Menggosok Gigi

Gosok gigi ternyata sering dilakukan dengan cara yang salah oleh remaja, bahkan oleh orang yang sudah berumur. Hal ini terutamanya diakibatkan pada saat masih anak-anak mereka melakukan gosok gigi seperlunya saja. Orang tua ikut bertanggungjawab pada masalah ini.

Seperti kita ketahui bahwa gosok gigi pada anak-anak seringnya lebih ditekankan pada kuantitas mereka untuk melakukan kegiatan gosok gigi ini. Untuk kualitas berupa teknik gosok gigi yang baik kadang diabaikan oleh orang tua. Memang teknik menggosok gigi ini seharusnya diberitahukan sekedaranya dan selanjutnya tentu tidak bisa dilakukan pengawasan terus menerus. Jika teknik menggosok gigi yang salah terus berlanjut bisa jadi berakibat tujuan untuk membersihkan kotoran di gigi menjadi tidak tercapai.

Untuk menumbuhkan kebiasaan gosok gigi dan mengajarkan teknik gosok gigi yang baik dapat dilakukan dengan cara yang mudah. Orang tua dapat melakukannya dengan jalan pendampingan saat melakukan aktivitas gosok gigi ini. Setiap anak memiliki naluri untuk selalu meniru kebiasaan orang lain. Dengan demikian termasuk halnya dalam melakukan kegiatan gosok gigi ini mereka akan merekam kebiasaan dan cara yang dilakukan oleh orang tuanya tersebut.

Ibu mengajarkan gosok gigi yang baik.

Ibu mengajarkan gosok gigi yang baik.

Baca lebih lanjut

Saat Tepat Mengajarkan Gosok Gigi pada Anak

Gosok gigi adalah aktivitas yang perlu dilakukan pada setiap orang. Untuk itu kebiasaan gosok gigi hendaknya dilakukan sejak dini sehingga tumbuh menjadi suatu kebiasaan yang rutin dilaksanakan. Seperti halnya aktivitas mandi yang rutin dilakukan untuk menjaga kebersihan badan, maka gosok gigi juga rutin harus dilakukan.

Untuk mandi dilakukan sejak bayi terlahir sudah dibiasakan pada anak. Untuk gosok gigi tentu saja berbeda saat memulai melakukan kebiasaan ini. Tentu saja sewaktu bayi baru lahir, gigi belum muncul di bagian mulut bayi. Gigi bayi baru muncul setelah berumur beberapa bulan saat mereka tumbuh dalam masa pertumbuhan sebagai seorang balita atau bawah lima tahun. Sebenarnya pada saat itulah sudah dapat dimulai kebiasaan menggosok gigi.

Teknik menggosok gigi yang diperkenalkan pada balita ini tentunya berbeda dengan teknik gosok gigi orang dewasa. Demikian juga halnya dengan sikat gigi dan pasta gigi yang digunakan. Peralatan yang digunakan mestinya memang yang khusus diperuntukkan bagi kalangan balita. Peralatan dan produk perawatan khusus bayi dan anak-anak biasanya yang sudah teruji aman untuk mereka.

Sejak kecil sudah dibiasakan untuk menggosok gigi.

Sejak kecil sudah dibiasakan untuk menggosok gigi.

Baca lebih lanjut

Minyak Cengkeh untuk Obat Gigi

Di tulisan sebelumnya (baca di sini) saya menuliskan penggunaan air garam untuk berkumur saat terjadi nyeri gigi. Cara itu relatif memang dapat mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dari aktivitas bakteri saat terjadi peradangan pada gigi maupun gusi. Sebenarnya ada cara lain yang lebih efektif dari penggunaan air garam ini, yakni dengan menggunakan minyak cengkeh.

Sakit gigi bisa diobati sementara dengan minyak cengkeh.

Sakit gigi bisa diobati sementara dengan minyak cengkeh.

Minyak cengkeh adalah salah satu minyak atsiri yang dikenal di pasaran. Minyak ini diperoleh dari hasil sulingan atau destilasi dari daun maupun bunga cengkeh. Komponen utama minyak cengkeh adalah eugenol. Bahan inilah yang berfungsi sebagai antibakteri lokal dan analgetik (pengurang rasa sakit) ringan untuk mengatasi nyeri akibat gigi berlubang, terutama pada saat rasa sakit terasa berdenyut.

Jadi sediakan selalu minyak cengkeh dalam lemari obat anda untuk tindakan pencegahan jika sewaktu-waktu terjadi sakit gigi. Untuk penggunaannya sebenarnya sangat mudah, oleskan saja minyak cengkeh ke kapas atau cottonbut  dan selanjutnya oleskan kapas ini ke bagian dalam gigi yang berlubang. Pengolesan ini mungkin dapat dilakukan berulang kali sampai rasa sakit menjadi tidak terasa lagi. Baca lebih lanjut

Ke Dokter Gigi, Siapa Takut

Saya mengutip berita yang memuat hasil survei  tentang ketakutan orang untuk berkunjung ke dokter gigi. Sebenarnya perasaan ini muncul di banyak orang karena berbagai alasan pribadi serta cerita yang mungkin kurang benar, sehingga memunculkan perasaan takut ini dan cenderung menghindari kecuali sudah sangat terpaksa.

Survei ini dilakukan di Inggris, Wales dan Irlandia Utara. Survey ini seperti dikutip dari BBCNews, Senin (13/12/2010), melibatkan lebih dari 11.300 orang yang diwawancara dan 6.469 orang dewasa yang diperiksa. Survei penelitian ini menemukan 19 persen perempuan mengalami kecemasan yang ekstrem saat berada di ruang tunggu dokter gigi, dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 10 persen. Selain itu diketahui pula bahwa jumlah orang yang mengalami kerusakan gigi lebih besar dibandingkan dengan orang yang memiliki gigi normal.

Faktor penyebab kerusakan gigi ini adalah karena enggannya orang untuk berkunjung ke dokter gigi. Mereka baru merasa penting setelah kondisi gigi menyebabkan rasa sakit sehingga tidak ada alasan lain untuk menunda lagi pergi ke dokter gigi. Padahal mengabaikan pemeriksaan gigi secara rutin tidak boleh dianggap sepele. Mengabaikan kondisi gigi saat masih awal dapat mengarah pada masalah yang lebih besar, sehingga nantinya akan membuat perawatan mulut dan gigi menjadi lebih parah. Dari sisi biaya tentu saja proses perawatan gigi yang sudah terlanjur rusak akan semakin mahal, dan mungkin juga tidak dapat dikembalikan sebagaimana asalnya. Keengganan untuk pemeriksaan gigi inilah yang ternyata karena alasan takut pergi ke dokter gigi.

Periksa gigi biar mulut sehat.

Periksa gigi biar mulut sehat.

Baca lebih lanjut

Gigi Tanggal Untuk Asesoris

Gigi adalah bagian tubuh seperti tulang, rambut dan kuku yang bukan terdiri dari protein dan mengandung air. Komposisi gigi sebagian besar adalah mineral kalsium. Jadi saat gigi tanggal maka bagian gigi ini tidak akan mengalami proses pembusukan. Gigi yang tanggal biasanya akan dibuang begitu saja, baik apabila lepas karena sesuatu hal misal terbentur atau terpukul dengan keras, maupun karena lepas dicabut di dokter gigi.

Gigi apabila dicabut di dokter gigi biasanya karena sudah mengalami kondisi yang rusak seperti berlubang atau patah. Saat gigi sudah tidak bisa ditangani lagi dengan jalan ditambal dan kondisi perakaran gigi yang sudah rusak, maka gigi harus dicabut dari gusi. Pasien biasanya akan mengganti dengan gigi palsu untuk tetap dapat mengunyah makanan atau karena alasan penampilan.  Kalau gigi yang rusak tentu saja akan dibuang begitu saja.

Ada suatu peristiwa yang menyebabkan seseorang mengalami peristiwa gigi tanggal atau harus dicabut, padahal kondisi gigi masih baik. Hal ini misal karena terjadi peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan struktur gigi dan perakarannya menjadi goyah, maka kondisi gigi yang masih bagus itu harus dicabut oleh dokter gigi. Gigi seperti ini mestinya juga akan dibuang. Namun ternyata ada juga orang yang ingin menyimpan bagian gigi yang telah dicabut ini, entah untuk alasan kenang-kenangan atau alasan lain.

Cincin dengan mata dari gigi yang tanggal.

Baca lebih lanjut

Mitos Membuang Gigi Tanggal pada Anak Kecil

Hampir kebanyakan orang masih teringat peristiwa yang dialaminya saat masih kecil, yakni peristiwa yang terkait dengan gigi tanggal secara alami. Orang mengalami pertumbuhan melalui mekanisme yang sungguh menakjubkan, termasuk dalam hal ini adalah pertumbuhan dari anggota tubuh yang berada di bagian mulut. Mulut sebagai organ yang digunakan untuk fungsi alat masuknya makanan sebagai gerbang pertama pencernaan serta juga berfungsi untuk berfungsi untuk berbicara. Beberapa bagian tubuh yang terdapat dalam mulut adalah gigi, gusi dan lidah. Untuk lidah selama seumur hidup akan tetap ada dan tidak pernah ada pergantian, namun lain halnya dengan gigi. Gigi akan mengalami proses pergantian masing-masing sekali seumur hidup. Proses pergantian gigi inilah dialami saat orang masih berumur anak-anak.

Gigi manusia itu tumbuh secara alami dan berlaku dengan proses yang relatif sama untuk semua orang. Pada waktu masih bayi, mulut belum ditumbuhi gigi. Bayi saat itu yang memang belum memerlukan proses menguyah memang hanya membutuhkan nutrisi dari air susu atau jika sudah membesar dalam bentuk makanan yang halus seperti bubur. Seiring dengan waktu kemudian akan tumbuh gigi yang sering dikenal dengan istilah gigi susu. Pada periode yang memasuki perkembangan balita ini, gigi susu akan keluar bertahap mulai dari gigi depan dan disusul dengan gigi geraham di sebelah kanan kirinya. Periode berikutnya pada umur 5-12 tahun, gigi susu akan tanggal secara alamiah untuk digantikan gigi yang tetap ada sampai menjadi dewasa.

Gigi susu yang tanggal secara alamiah untuk tumbuh diganti gigi baru.

Proses pergantian gigi susu menjadi gigi tetap inilah yang akan menyebabkan pada waktu usia anak-anak akan banyak mengalami gigi tanggal. Jadi pada dasarnya setiap orang akan mengalami peristiwa ini secara alamiah tanpa ada kejadian khusus. Orang terlebih anak kecil yang mengalaminya tidak perlu harus menyikapi kejadian ini secara khusus.

Sewaktu ada anak kecil mengalami peristiwa gigi tanggal, sering ada orang dewasa yang mengingatkan untuk melakukannya ritual yang khusus. Kalau yang tanggal adalah gigi bawah maka gigi tersebut harus dilempar ke bawah, sedangkan jika yang tanggal adalah gigi atas maka gigi tersebut harus ditanam di tanah. Jika tidak dilakukan maka akan mengakibatkan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan yang akan dialami kemudian. Tentu saja apabila hal ini diberitahukan pada anak-anak maka akan merasa takut jika sampai terlanggar. Namun dalam beberapa kejadian karena gigi yang lepas tidak bersamaan, boleh jadi anak akan lupa pada suatu kejadian. Kalau sudah seperti ini tentu anak akan merasa bersalah dan mungkin menjadi was-was takut akan mengalami kejadian yang tidak diinginkan. Jika memang benar terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, maka dia akan menghubungkan dengan ritual lempar gigi yang lupa dipatuhi itu. Baca lebih lanjut