Tag Archive | muntilan

Singgah di Candi Lumbung Muntilan-2

Bagian kedua, sambungan dari tulisan ini.

Pada perjalanan kemarin itulah, kami singgah dan mengunjungi bangunan candi Lumbung hasil relokasi. Tempatnya sebenarnya sangat mudah terjangkau, hanya saja relatif agak tersembunyi. Jadi kalau kita melewati jalan menuju arah Ketep maka tidak jauh dari pertigaan yang ada pohon beringinnya akan ada papan nama Candi Lumbung.

Masuk ke candi ini tidak dikenakan tiket masuk. Kalau kendaraan roda empat diparkir di pinggir jalan dan pengunjung tinggal masuk berjalan kaki tidak jauh. Kalau sepeda motor bisa masuk ke dalam gang untuk parkir di bawah pelataran candi.

Bangunan candi hasil relokasi ini sudah dibangun relatif utuh. Bahkan lebih utuh daripada candi Asu. Hanya saja memang beberapa batuan dibuat baru untuk melengkapi batuan lama. Ukiran relief yang tersisa juga masih tampak jelas. Di dalam kubah candi ini terdapat lubang yang cukup dalam namun sekarang ditutup dengan papan kayu. Di candi ini tidak ada patung atau lingga-yoni yang biasanya khas ada di suatu bangunan candi.

Candi Lumbung dari arah depan (sisi barat)

Candi Lumbung dari arah depan (sisi barat)

Baca lebih lanjut

Singgah di Candi Lumbung Muntilan-1

Beberapa waktu lalu, saya dan suami menikmati hari minggu berdua ke Salatiga tanpa anak-anak. Perjalanan dilakukan dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Dari rumah masih cukup pagi menikmati jalanan luar kota dengan santai. Dari Yogya menuju ke Salatiga waktu itu melewati rute Muntilan-Ketep-Kopeng-Salatiga.

Tidak sampai satu jam, kami sudah sampai menelusuri jalanan meninggalkan Muntilan menuju arah Dukun. Jalanan beraspal namun di beberapa tempat berlubang akibat rusak oleh truk-truk bermuatan pasir. Setelah melewati pasar Dukun, kemudian kami harus menyeberangi jembatan kali Pabelan. Jembatan ini sebelumnya runtuh kena terjangan banjir lahar dingin setelah letusan gunung Merapi beberapa tahun lalu. Jembatan lama tadinya bisa dilewati kendaraan roda empat, namun sekarang hanya dibangun berupa jembatan gantung yang hanya untuk kendaraan roda dua saja.

Banjir lahar dingin memang cukup membahayakan. Selain menyapu beberapa kawasan yang terlewati aliran sungai, kadang meluap di sekeliling sungai tadi. Beberapa jembatan yang melalui sungai pun ikut terkena bahkan sampai runtuh. Banjir lahar dingin pun ikut mengancam kawasan hunian yang berdekatan dengan sungai. Termasuk dalam hal ini adalah bangunan candi kecil di desa Sengi.

Di atas jembatan baru sungai Pabelan.

Di atas jembatan baru sungai Pabelan.


Baca lebih lanjut

Ciri Produksi Muntilan

Di dapur kami, salah satu barang yang sering harus diganti baru adalah ciri atau ulekan untuk membuat sambal atau ulekan bumbu masakan. Barang yang satu ini sebenarnya cukup awet tapi pasangannya itu yaitu muthu-nya yang sering patah jadi dua. Akhirnya ya nasib kalau mengulek sering kesusahan sedikit untuk dapat memegang muthu karena tidak nyaman blas. Yang penting sambal atau ramuan bumbu dapat halus sih…

Untuk dapat beli ciri dan muthu ini sebenarnya tersedia di pasar di Yogyakarta. Satu yang menarik adalah ternyata saya malas membelinya di pasar, soalnya termasuk barang berat. Malas bawanya kalau naik motor.

Aneka ukuran ciri yang dijual di Muntilan

Aneka ukuran ciri yang dijual di Muntilan

Silakan borong mau berapa saja, tersedia stock banyak.

Silakan borong mau berapa saja, tersedia stock banyak.

Alternatif yang lebih mungkin adalah dengan membeli kalau pas sedang lewat daerah Muntilan, Magelang. Daerah ini memang dikenal sebagai daerah penghasil ukiran batu gunung yaitu batu-batu hitam yang besar itu. Batuan ini kemudian diukir jadi patung atau benda-benda ukiran bernilai seni lainnya. Harganya sudah pasti mahal tentu walaupun mungkin kalau dibeli di daerah situ pun relatif lebih murah. Selain ukiran patung tadi, ternyata daerah itu juga banyak menghasilkan ciri dan muthu untuk alat dapur ini. Jadi di banyak pengukir batu itu selalu juga memiliki stok tumpukan ciri dan muthu itu.

Kalau kami lewat sana, yang sering tentu saja membawa mobil. Jadi tidak ada alasan lagi untuk malas membawanya karena berat. Tapi faktanya sampai sekarang kalau lewat ke sana juga tidak pernah beli-beli juga. Aneh….

Akhirnya ya nasib, kalau harus mengulek pakai muthu yang patah itu…

Kupat Tahu Domplang – Blabak yang Mantap

Salah satu menu makanan yang aku suka adalah tahu kupat. Makanan ini berupa tahu goreng yang dipotong kecil-kecil dilengkapi dengan ketupat, sayuran dan pelengkap lainnya dengan saos gula merah. Bagi orang Jawa menu ini cukup populer dengan sebutan tahu campur, tahu kupat, tahu telupat, tahu gejrot, tahu campur, tahu gimbal, ketoprak atau sebutan lainnya. Masing-masing memiliki variasi campuran dan kekhasan bumbu atau pelengkap tersendiri.

Di daerah Blabak ada satu warung yang menjual kupat tahu ini yang cukup enak. Di sana memang terdapat beberapa warung tahu kupat. Salah satu yang sudah cukup dikenal adalah warung tahu kupat Domplang. Warung ini terletak di sebelah utara pertigaan menuju arah Selo. Tepatnya di seberang jalan pertigaan di utara pabrik kertas Blabak. Warungnya sederhana dan berukuran kecil saja, sehingga kalau kadang sedang ramai, pengunjung meluber dan duduk di bangku di sebelah luar.

Sebenarnya warung tahu kupat ini hampir mirip dengan menu masakan tahu kupat yang lainnya. Mungkin yang terasa berbeda adalah karena tekstur tahu yang halus, bumbu saos gula dan kecap yang asli bikinan sendiri, serta suasana warung tradisional yang dijaga asli, sehingga membuat orang setia mendatangi warung ini.

Daerah sekitar Blabak ini memang dikenal sebagai penghasil tahu. Tahu yang diolah dari bahan kedelai ini biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal sekitar Mungkid dan Muntilan. Tahu asli dari daerah Blabak yang kenyal dan gurih, termasuk yang digunakan untuk memasok warung tahu kupat di Blabak ini. Tahu berukuran kotak-kotak kecil ini kalau digoreng akan memberi tekstur yang enak. Setelah dicampur dalam masakan tahu kupat ini maka dapat menyerap bumbu yang diberikan.

Satu piring menu tahu kupat Domplang Blabak.

Satu piring menu tahu kupat Domplang Blabak.

Baca lebih lanjut