Arsip

Manfaat Sikat Gigi Kondisi Kering

Bagi kebanyakan orang melakukan aktivitas gosok gigi harian dilakukan dengan menggunakan sikat gigi dan dibantu dengan pasta gigi dan air. Ternyata ada alternatif lain yang menurut ahli pergigian dari The University of Chicago, yang menyatakan gosok gigi tanpa air dan pasta gigi dapat lebih bermanfaat menjaga kesehatan gigi.

Menggosok gigi dengan sikat gigi tentu saja menggosokan bulu-bulu sikat ke atas permukaan gigi. Dalam keadaan ini dengan menambahkan air maka proses penggosokan menjadi lebih mudah karena adanya media cairan. Selain itu juga kita menggunakan pasta gigi yang berfungsi sebagai bahan pembersih. Dalam pasta gigi juga ada komponen surfaktan yang diharapkan mampu mengangkat kotoran di permukaan gigi secara kimiawi. Dengan demikian diharapkan dapat terjadi proses pembersihan gigi dari kotoran terutama sisa-sisa makanan yang melekat di gigi.

Jika kita menggosok gigi dalam keadaan kering tanpa berkumur dengan air dan tanpa menggunakan pasta gigi, maka pembersihan hanya mengandalkan proses penggosokan bulu-bulu sikat pada permukaan gigi saja. Dalam kasus ini tidak terjadi proses pembersihan secara kimiawi.

Pada proses gosok gigi kondisi kering ini, sewaktu awal menggosok gigi, kondisi mulut adalah dalam keadaan minim cairan. Di dalam mulut memang hanya terdapat cairan saliva atau lebih kita kenal dengan sebutan air ludah. Air ludah inilah yang membantu jalannya proses penggosokan dengan sikat gigi.

Gosok gigi tanpa odol.

Gosok gigi tanpa odol.

Baca lebih lanjut

Pasta Gigi yang Asin

Menyambung tulisan sebelumnya soal rasa pasta gigi yang ada di pasaran. Ternyata di Jepang dijumpai pasta gigi dengan rasa yang berbeda lagi. Saya menemukan hal ini dari bacaan di blog ini.

Pasta gigi yang ditulisnya adalah pasta gigi dengan rasa garam. Pasta gigi ini pastilah memiliki rasa asin yang bagi banyak orang bukan merupakan rasa pasta gigi yang umum. Di Jepang mungkin memang memiliki toleransi untuk memberi kesempatan banyak orang memenuhi seleranya sendiri termasuk selera dalam rasa pasta gigi.

Pasta gigi yang digunakan orang untuk proses menggosok gigi dibuat dari bahan pembersih berupa suatu surfaktan, mineral fluoride, filler, warna dan bahan pemberi rasa atau aroma. Jika tanpa bahan pemberi rasa maka komposisi bahan utama dalam pasta gigi akan terasa pahit di lidah. Tentu saja hal ini kurang disukai orang. Oleh karena itu produsen kemudian menambahkan bahan perasa ini yang umumnya adalah dari bahan daun mint.

Contoh pasta gigi rasa asin.

Contoh pasta gigi rasa asin.

Baca lebih lanjut

Aneka Rasa Pasta Gigi

Rasa pasta gigi umumnya cenderung segar dengan aroma mint atau buah-buahan, namun ternyata ada juga variasi rasa pasta gigi yang berbeda. Orang untuk memilih rasa pasta gigi ini tentu berbeda-beda akan tergantung pada seleranya.

Rasa pasta gigi sesuai selera masing-masing.

Rasa pasta gigi sesuai selera masing-masing.

Sebenarnya fungsi pemberi rasa pada pasta gigi tidak ada efek terhadap kebersihan dan kesehatan gigi. Pemberi rasa yang ditambahkan pada pasta gigi hanya berfungsi untuk memberi rasa pada saat digunakan, khususnya saat terjadi kontak dengan lidah yang merupakan indera perasa. Apabila tidak ditambahkan pemberi rasa maka mungkin banyak orang akan merasakan pahit akibat keberadaan detergen. Untuk itu produsen pasta gigi menambahkan pemberi rasa ke dalam formula yang ditambahkan.

Rasa pada pasta gigi yang paling popular adalah rasa mint. Rasa ini diperoleh dari penambahan sari daun mint. Dengan penambahan bahan ini maka pasta gigi akan terasa menjadi lebih segar dan sedikit pedas. Dengan formula tertentu maka rasa segar ini akan tertinggal di mulut selama beberapa saat setelah orang berkumur. Bagi orang dewasa, rasa mint mungkin menjadi pilihan utama, tetapi bagi anak-anak pasta gigi rasa mint akan kurang disukai. Baca lebih lanjut

Air Garam untuk Mengatasi Radang Gusi

Gigi goyah atau tanggal pada orang dewasa sering terjadi karena kondisi gusi yang kurang baik atau terjadi peradangan. Jika terjadi peradangan gusi maka yang bersangkutan akan merasakan sakit yang sangat terasa. Pada kondisi ini sering terjadi pertumpukan bakteri di bagian gusi tersebut.

Pengobatan hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan obat antibiotik. Dengan mengkonsumsi obat ini maka aktivitas bakteri dapat dihambat dan pada akhirnya akan mengurangi rasa sakit di bagian gusi tersebut.

Gusi yang pernah mengalami peradangan biasanya akan sering berulang. Untuk itu yang bersangkutan seharusnya memeriksakan kondisinya ini ke dokter gigi untuk ditangani lebih lanjut. Obat antibiotik hanya bisa diberikan oleh dokter dengan menggunakan resep untuk ditebus di apotik. Obat antibiotik tidak boleh diberikan secara bebas tanpa mengetahui aturan batasan dosis yang diperuntukkan.

Apabila terjadi radang gusi sewaktu-waktu sementara pergi ke dokter gigi juga tidak memungkinkan maka pilihan penanganan darurat harus dilakukan. Sakit radang gusi ini membuat rasa cekat-cekot yang membuat senewen. Tindak darurat yang paling mungkin adalah mencegah aktivitas bakteri di sekitar gusi itu.

Dengan menggunakan bahan yang selalu dijumpai di rumah, maka penanganan radang gusi secara darurat pun dapat dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan garam dapur. Larutan garam dapur dibuat dengan konsentrasi secukupnya dapat mengurangi aktivitas bakteri yang berarti juga dapat meredam rasa sakit yang terjadi dari radang gusi ini.

Radang di mulut penyebab sakit gigi.

Radang di mulut penyebab sakit gigi.

Baca lebih lanjut

Menjaga Kesehatan Gusi dengan Makan Ikan

Pada sebagian besar  orang dewasa, gangguan kesehatan gigi dan mulut sering sekali terjadi. Gangguan tersebut ujung-ujungnya sering berakibat kita terpaksa kehilangan gigi. Bagi kebanyakan orang seperti dikutip dari Kompas Online disebutkan bahwa banyak penduduk Indonesia yang mengalami masalah gigi yang ternyata akibat sakit pada bagian gusinya. Hal ini diketahui ternyata salah satu sebabnya karena kesehatan gusi yang tidak terjaga.

Penyakit gusi adalah salah satu penyebab utama tanggalnya gigi pada orang dewasa. Gusi yang tak pernah dirawat misal tidak rutin menyikat gigi atau tidak pernah membersihkan karang gigi /scaling, sering mengalami peradangan disebut gingivitis, akibat dari terbentuknya kantung plak (pocket gingiva)di antara gigi dan gusi. Jika berlanjut radang tersebut akan semakin dalam mencapai jaringan di bawah gusi disebut periodontitis. Penyebab kondisi ini adalah terjadinya tumpukan bakteri. Jika kemudian tidak dilakukan pembersihan dan  perawatan maka periodontitis akan memburuk dan berakibat  jaringan pendukung gigi rusak, gigi menjadi goyah, bahkan bisa tanggal, meskipun giginya sendiri tidak bermasalah.

Salah satu cara untuk mencegah peradangan tersebut diantaranya adalah membersihkan gigi secara teratur baik menyikat gigi, scaling rutin dan mengkonsumsi makanan bergizi. Memperbanyak konsumsi ikan, terutama ikan laut karena mengandung banyak omega-3  dapat menjadi salah satu jalan keluar meningkatkan ketahanan jaringan gusi dari kerusakan. Peneliti dari Harvard Medical School mengatakan bahwa bakteri penyebab periodontitis bisa tumbuh karena adanya peradangan. Terapi antiinflamasi dengan omega-3 ternyata menghasilkan efek yang positif untuk mengatasi peradangan yang berarti senyawa ini secara tidak langsung dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Senyawa omega-3 memang sebelumnya diketahui dapat berfungsi untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah dan menjaga kesehatan liver.

Ikan dan minyak ikan kaya akan omega 3 dan omega 6

Ikan dan minyak ikan kaya akan omega 3 dan omega 6

Baca lebih lanjut

Ke Dokter Gigi, Siapa Takut

Saya mengutip berita yang memuat hasil survei  tentang ketakutan orang untuk berkunjung ke dokter gigi. Sebenarnya perasaan ini muncul di banyak orang karena berbagai alasan pribadi serta cerita yang mungkin kurang benar, sehingga memunculkan perasaan takut ini dan cenderung menghindari kecuali sudah sangat terpaksa.

Survei ini dilakukan di Inggris, Wales dan Irlandia Utara. Survey ini seperti dikutip dari BBCNews, Senin (13/12/2010), melibatkan lebih dari 11.300 orang yang diwawancara dan 6.469 orang dewasa yang diperiksa. Survei penelitian ini menemukan 19 persen perempuan mengalami kecemasan yang ekstrem saat berada di ruang tunggu dokter gigi, dibandingkan dengan laki-laki yang hanya 10 persen. Selain itu diketahui pula bahwa jumlah orang yang mengalami kerusakan gigi lebih besar dibandingkan dengan orang yang memiliki gigi normal.

Faktor penyebab kerusakan gigi ini adalah karena enggannya orang untuk berkunjung ke dokter gigi. Mereka baru merasa penting setelah kondisi gigi menyebabkan rasa sakit sehingga tidak ada alasan lain untuk menunda lagi pergi ke dokter gigi. Padahal mengabaikan pemeriksaan gigi secara rutin tidak boleh dianggap sepele. Mengabaikan kondisi gigi saat masih awal dapat mengarah pada masalah yang lebih besar, sehingga nantinya akan membuat perawatan mulut dan gigi menjadi lebih parah. Dari sisi biaya tentu saja proses perawatan gigi yang sudah terlanjur rusak akan semakin mahal, dan mungkin juga tidak dapat dikembalikan sebagaimana asalnya. Keengganan untuk pemeriksaan gigi inilah yang ternyata karena alasan takut pergi ke dokter gigi.

Periksa gigi biar mulut sehat.

Periksa gigi biar mulut sehat.

Baca lebih lanjut

Jangan Sembarang Tindik di Mulut

Tindik saat ini merupakan salah satu trend yang dilakukan anak muda untuk menunjukkan gaya hidup tersendiri. Bagi sebagian orang menindik anggota tubuh dengan asesoris dari logam atau bahan lain akan memberikan tampilan yang khusus dan berbeda dari kebanyakan orang lain. Kebiasaan menindik ini bahkan bisa menyebabkan ketagihan sehingga banyak anggota tubuh yang akan ditindik.

Bagi banyak orang terutama kalangan perempuan, kebiasaan menindik yang sangat umum adalah di daun telinga. Namun saat ini bagian tubuh yang ditindik sudah tidak lagi daun telinga namun berpindah ke berbagai anggota tubuh lainnya. Beberapa bagian tubuh yang mulai banyak untuk diberikan tindikan antara lain hidung, bibir, lidah, pusar serta bagian tubuh yang termasuk bagian intim dari seseorang.

Melalui proses penindikan ini tentu saja akan memancing pertanyaan tentang efek samping apabila bagian tubuh itu ditindik. Untuk bagian tubuh yang berada di bagian luar dan relatif tidak berupa bagian yang sering bergesekan maka mungkin tidak ada efek samping yang berarti. Contohnya tentu untuk tindikan di daun telinga. Namun apabila tindikan dilakukan di bagian yang sering bergesekan maka kemungkinan hal ini dapat berakibat iritasi.

Trend tindik bibir dan lidah.

Trend tindik bibir dan lidah.

Baca lebih lanjut