Mesam-mesem Makan Garang Asem di Warung Mbah Semar

Warung makan mbah Semar itu warung makan jadul banget. Lokasinya ada di Kartasura, Jateng, tepatnya di ruas jalan menuju arah bandara Adisumarno. Kami memang kadang mampir di warung ini saat mengantar atau menjemput suami pergi Kualalumpur dengan menggunakan pesawat dari Solo.

Jarak Yogya-Kartasura sebenarnya kurang dari 70 km, namun kadang harus ditempuh lebih dari satu jam. Meskipun jalan sudah cukup lebar dan dibuat empat jalur, namun tetap sering tidak bisa lancar karena banyak truk bermuatan pasir dengan kecepatan rendah. Jadi kadang tetap saja ingin makan dulu sebelum berangkat. Pilihannya yang sering memang di Kartasura karena sudah dekat dengan bandar dan tempat yang dipilih adalah warung soto Ledok atau warung makan mbah Semar ini. Begitu juga kalau sedang menjemput, begitu keluar bandara karena lapar, tentu saja ingin segera diisi. Kalau situasi selesai menjemput ini, pilihannya selalu warung makan mbah Semar ini.

Di warung makan mbah Semar, sebenarnya tersedia banyak menu. Beberapa menu antara lain adalah salad solo, capjay, bakmi godhog dan yang paling favorit adalah garang asem ini. Untuk capjay dan bakmi godhog akan dimasak langsung kalau ada yang memesan. Salad solo akan diracik dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan. Salad solo ini juga disebut sebagai bestik solo. Untuk garang asem ini sudah tersedia dalam bungkusan siap makan.

Menu yang tersedia di warung makan mbah Semar

Menu yang tersedia di warung makan mbah Semar



Garang asem dimakan dengan nasi putih yang hangat akan sangat nikmat sekali. Garang asem ini dikemas dalam bungkusan daun pisang dan dilapisi plastik. Makanan ini masak setelah direbus/dikukus selama beberapa waktu sehingga isi daging ayam menjadi lunak dan empuk untuk dimakan. Isi dari garang asem ini yang terutama adalah daging ayam dan ditambah dengan jeroan. Bahan pengisi sayurannya adalah tomat hijau yang berukuran kecil. Bumbu-bumbu yang digunakan antara lain adalah garam, bawang putih, bawang merah, lengkuas, dan salam. Sering juga ditambahkan cabe rawit utuh, sehingga bagi yang suka pedas bisa langsung makan cabe tersebut. Bahan-bahan itu dicampur dan diaduk kemudian ditambahkan telur yang dikocok merata. Selanjutnya bahan ini dibungkus dengan wadah daun pisang tadi dan dikukus.

Pembeli tinggal datang memesan menu garang asem dan nasi putih ini. Setelah itu ya tinggal memakan sampai ludes dengan menyisakan bungkus daun pisang dan potongan lengkuasnya saja. Bahkan kuah yang ada itupun terasa cukup enak untuk disiramkan pada nasi putih kita.

Porsi bungkusan garang asem ini cukup besar, jadi kalau mau untuk berdua pun cukup. Kalau kami kadang memesan beberapa menu dan kemudian masing-masing bisa saling mencicipi masakan yang terhidang itu.

Ian lahap makan di warung ini.

Ian lahap makan di warung ini.


Ludes tidak tersisa.

Ludes tidak tersisa.


Kalau ingin mencoba untuk dibawa pulang pun cukup praktis. Garang asem ini tinggal dipesan mau berapa bungkus maka akan langsung cepat dikemas.

Lokasi warung makan ini terletak di jalan menuju bandara dari arah perempatan pasar Kartasura. Sekitar 500 meter di sebelah timur jalan maka dapat dilihat keberadaan warung ini. Untuk ancar-ancar adalah persis sebelum jembatan kecil dari besi. Warung ini masih berupa bangunan sederhana. Biasanya penanda yang lebih mudah adalah dari terlihat keberadaan banyak kendaraan yang parkir dan ada petugas parkir yang mengaturnya.

Tidak percaya ? Coba saja, enak kok.

One thought on “Mesam-mesem Makan Garang Asem di Warung Mbah Semar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s