Mi Ceker Ayam yang Bikin Nyam-nyam

Ceker ayam atau kaki ayam untuk makanan biasanya masih dipandang sebelah mata bagi banyak orang. Namun di Indonesia, ceker ayam ini juga tetap banyak disajikan dalam hidangan dari bahan ayam. Jadi sebenarnya ceker ayam tetap ada konsumen yang menyantapnya, meskipun kurang disukai bagi banyak orang yang lainnya. Ceker ayam ini kalau dalam hidangan ayam goreng utuh, tetap melekat pada bagian ayam tersebut. Kalau pada hidangan ayam yang sudah dipotong, maka ceker menyatu dengan bagian paha. Kalau dihidangkan dalam sop, ceker bisa dipotong sendiri atau bahkan dipotong menjadi 2 atau 3 bagian. Ceker juga punya penggemar sendiri di tempat makan warung sego kucing.

Beberapa waktu lalu saya berboncengan dengan suami, jalan-jalan dengan motor, terus di daerah Seturan kami melihat plang nama tempat makan Mi Ayam Ceker. Kalau menu mi ayam sih sebenarnya sudah biasa dan kami juga punya beberapa tempat yang biasa didatangi untuk menyantap menu hidangan ini. Tetapi lihat ada tambahan ceker pada menu ini menjadi penasaran. Langsung saja kami berhenti untuk mencoba makan di tempat ini.

Setelah memesan menu mi ayam ceker dan minuman, kami pun duduk dan menikmati tempat yang cukup bersih ini. Kami hanya memesan 1 porsi saja untuk suami karena memang saya tidak begitu suka mi ayam.  Sayangnya menu disajikan agak lama, mungkin karena kami datang agak awal, sekitar jam setengah sebelasan, jadi bahan-bahan belum disiapkan semua.

Begitu datang ya langsung dicoba suami. Porsinya cukup penuh, setumpuk mi panas, dengan potongan sayur, bawang goreng, dan potongan daging ayam. Satu yang membedakan tentu saja adalah keberadaan ceker ayam di dalam mangkok tersebut.

Seporsi mi ayam ceker

Seporsi mi ayam ceker



Ada 3 potong ceker ayam yang memancing selera di mangkok tersebut. Ceker ayam ini dimasak terpisah dengan jalan diberi bumbu gurih menggunakan kuah kental berisikan garam, ketumbar, dan bumbu lainnya.

Saat dihidangkan panas memang terasa cukup menggiurkan. Suami sih makan dengan lahap saja, lha mungkin kelaparan dulu tadi muter-muter jauh. Tetapi setelah saya mencoba merasakan menu mi ayam ini ternyata biasa saja, tidak begitu spesial. Ceker ayamnya malah terasa kering dan kurang segar. Jadi kulit cekernya tidak terasa tebal melainkan tipis.

Memang kalau makan ceker seperti ini harus repot sedikit. Jadi sendok dan garpu sudah digunakan. Kadang juga sumpit umum digunakan. Namun tetap saja, tangan harus ikut terlibat untuk bisa ikut menghabisi ceker supaya bisa dimakan bersih. Untung saja di sana sudah disediakan wastafel untuk cuci tangan.

Mi ayam ceker ! Mau ? Silakan saja….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s