Membabat Habis Nasi Goreng Babat Salatiga

Salatiga termasuk salah satu kota yang cukup sering dikunjungi kami sekeluarga. Bukan apa-apa karena di sini tempat kecil saya, sekaligus juga masih banyak keluarga dari Ibu yang berdomisili di sini termasuk eyang. Perjalanan Yogya-Salatiga biasanya ditempuh dalam waktu 2-3 jam, sehingga kadang kami bertolak dan segera pulang kembali pada hari yang sama. Mengisi bahan bakar para penumpangnya jelas harus wajib dilakukan. Kuliner di Salatiga pun banyak yang dapat menjadi pilihan. Salah satunya adalah warung nasi goreng khas Salatiga. Warung ini terkenal dengan nama penjual aslinya dulu yakni nama Bu Fatimah.

Warung ini hanya berupa warung tempel saja tetapi bertempat di tengah kota. Sebenarnya warung ini sudah terkenal sejak dulu waktu saya masih kecil. Namun dengan semakin menjamurnya banyak tempat makan baru maka warung ini pun menjadi berkurang penggemarnya. Apalagi juga tukang yang memasak dan menyiapkan menu juga sudah berganti orang meskipun masih ada hubungan. Namun bagi kami kadang tetap saja mampir dan makan di warung makan ini.

Menu yang disediakan di sini sebenarnya beragam termasuk ada nasi campur. Namun hidangan spesial yang ada adalah nasi goreng. Nasi goreng di sini disediakan dengan tambahan jerohan sapi berupa babat atau iso. Babat dan iso ini sebelumnya sudah dimasak bacem, kemudian dipotong kecil-kecil untuk dimasukkan dalam nasi goreng ini. Rasanya pun enak tidak alot lagi.

Ian sangat lahap makan nasi goreng babat

Ian sangat lahap makan nasi goreng babat



Seporsi nasi goreng  babat

Seporsi nasi goreng babat


Tidak ketinggalan adalah tambahan berupa pete yang memiliki banyak penggemar untuk yang satu ini. Bagi yang suka tentu saja dapat memesan pete ini untuk tambahan nasi goreng. Di Salatiga sendiri pasokan pete relatif mudah, jadi memesan nasi goreng dengan pete di sini hampir setiap waktu bisa tersedia.

Saat disajikan ke pembeli, maka disediakan juga irisan sayur kobis mentah bersamaan. Kol ini disajikan satu piring penuh yang dapat diambil sesukanya oleh pembeli. Jadi kalau memang suka sayuran, mau dihabiskan satu piring pun boleh-boleh saja.

Nasi goreng yang disediakan di sini cukup nikmat. Terlebih apabila di makan di malam hari karena udara kota Salatiga yang relatif dingin. Jadi makanan yang masih panas karena baru selesai dimasak pun akan cepat habis.

Mungkin bagi banyak orang jerohan sapi yang ditambahkan harus diantisipasi karena banyak kholesterol. Namun karena tidak terlalu sering jadi masih dimaklumi kalau sesekali tetap berkunjung ke warung ini.

Warung yang ada pun sebenarnya relatif sempit. Hanya ada dua meja memanjang di bagian dalam dan satu lagi meja tambahan di bagian luar. Jadi kalau pas banyak orang tentu saja harus rela berdesak-desakan. Tapi justru inilah yang masih dipertahankan untuk menjaga kekhasan warung makan ini.

Pokoknya babat habis nasi goreng babat Salatiga ini.

Spanduk warung nasi goreng bu Fatimah.

Spanduk warung nasi goreng bu Fatimah.

2 thoughts on “Membabat Habis Nasi Goreng Babat Salatiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s