Kacang Asin Oleh-oleh dari Purbalingga

“Ini kacangku !!”

Ucapan tadi khas dari iklan produk kacang goreng dan beberapa variasi olahan kacang yang diproduksi oleh satu pabrik makanan terkemuka. Kalau orang Purbalingga punya jenis kacang kebanggaan sendiri, yakni kacang asin Mirasa. Jadi kalau orang Purbalingga mau promosi kacang ini harusnya pakai slogan berikut,

“Kiye kacange inyong !!”

Soal kacang asin khas ini memang menarik. Hampir setiap orang Purbalingga pasti tahu produk yang satu ini. Pabrik kacang ini berlokasi di deretan pertokoan di dekat bekas stasiun kereta api. Lokasi ini sekaligus juga untuk tempat penjualan kacang goreng ini.

Kacang ini dibuat dengan jalan penggorengan di atas pasir panas. Jadi bukan dengan mengunakan minyak goreng. Kacang yang digunakan terpilih dari petani kacang tanah setempat. Bahan baku kacang tanah dibersihkan dari tangkai akar yang mungkin masih terbawan kemudian dicuci bersih dan dijemur kering. Selanjutnya kacang direndam dalam larutan garam dan digoreng dalam pasir panas tersebut sampai kering renyah.

Salah satu toko penjual kacang asin Purbalingga.

Salah satu toko penjual kacang asin Purbalingga.

Warna kacang goreng ini relatif coklat alami sehingga tidak terlihat kacang goreng yang banyak dijumpai di pasaran lainnya yang berwarna coklat cerah. Warna ini terbentuk akibat penggorengan dalam waktu lama sehingga diperoleh kacang yang kering dan renyah.

Kacang ini dapat dibeli di toko oleh-oleh di Purbalingga. Kacang ini dijual dalam kemasan berat 250 gram dalam plastik bening yang disablon warna merah dan putih pada satu sisinya.  Kalau mau dapat harga khusus maka dapat diperoleh jika membeli dalam jumlah 20 bungkus dengan selisih harga yang lumayan.

Jika ingin kacang asin yang murah meriah lagi maka dapat membeli kacang goreng yang dijual kiloan. Hanya saja kacang asin ini adalah kacang sortiran bukan kacang goreng pilihan seperti yang dijual per kemasan. Kacang sortiran ini umumnya adalah kacang yang satu buahnya hanya berisikan satu biji kacang saja, selain itu juga ada kacang yang pecah tidak utuh lagi. Walaupun sortiran tapi dari sisi rasa, tidak jauh berbeda. Memang sih kalau membeli kacang ini lebih cocok untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk oleh-oleh.

Kacang tanah yang enak.

Kacang tanah yang enak.

Rasanya yang relatif cukup asin di lidah memberikan sensasi sendiri. Kalau kacang goreng yang lain memiliki rasa asin yang sedang-sedang saja, maka kacang goreng dari Purbalingga ini asinnya relatif terasa. Jadi seperti halnya orang makan kwaci biji semangka yang juga asin, biasanya tidak akan berhenti sampai kwaci habis. Demikian juga kalau makan kacang goreng ini, biasanya orang akan berlanjut terus makan sampai kacang terakhir.

Jadi oleh-oleh ini sangat cocok untuk dibawa ke keluarga atau handai taulan. Bahkan untuk dimakan sendiri pun tetap tidak merasa bosan. Sambil menonton acara televisi atau duduk-duduk mengobrol, kacang ini menjadi teman beraktivitas.

“Kiye kacange inyong !!”

2 thoughts on “Kacang Asin Oleh-oleh dari Purbalingga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s