Dawet Ayu Banjar yang Tidak Ayu

Perjalanan di siang hari yang panas biasanya membuat rasa dahaga di tenggorokan. Miuman sejuk akan menjadi pilihan yang menyegarkan untuk menghilangkan rasa haus ini. Apalagi kalau perjalanan ini memakan waktu lama dan jarak yang relatif jauh, sementara kendaraan yang digunakan bukan jenis yang nyaman atau hanya menggunakan sepeda motor, jelas kesempatan beristirahat dengan dinikmati minuman yang dingin akan terasa nikmat sekali.

Kalau pergi kemudian pulangnya melewati jalan raya Prambanan di daerah Bogem maka ada satu pilihan tempat yang enak untuk membeli minuman, yakni dawet ayu Banjar. Minuman dawet ini di Yogyakarta sebenarnya tidak hanya di lokasi itu, di daerah Pengok di utara Bengkel Yasa milik PJKA, juga banyak dijumpai penjual dawet ayu. Minuman dawet ini ternyata saat ini banyak menyebar di berbagai daerah. Beberapa lokasi lain di antaranya adalah seperti di jalan Raya Mrica, Banjarnegara, kemudian di jalan raya Patikraja, Cilacap atau di jalan raya Kutoarjo, Purworejo. Saya yakin masih banyak lagi lokasi penjual dawet ayu ini.

Umumnya mereka berjualan di tepi jalan cukup dengan menggunakan gerobak panggul. Masing-masing berisikan sirup gula, santan, termos es dan peralatan gelas, serta satu bagian lagi untuk tempat minuman dawet dan santan. Mereka menjajakan minuman dawetnya kepada pembeli dengan gelas-gelas besar. Jadi kalau ada pembeli datang, penjual dengan sigap langsung menyiapkan dawet untuk dituang ke dalam gelas dan kemudian ditambahkan santan dan sirup gula secukupnya.

Angkringan dawet ayu.

Angkringan dawet ayu.

Dawet terbuat dari tepung beras yang dicetak dengan menggunakan saringan logam. Tepung beras direbus dan kemudian setelah matang dilewatkan pada saringan untuk kemudian ditampung dalam air dingin. Bagian ini akan menggumpal dalam air dingin tadi dan kemudian dikumpulkan untuk dimasak dalam genthong. Gula yang umum digunakan adalah dengan menggunakan gula kelapa. Jadi minuman akan berwarna kecoklatan sesuai dengan warna sirup gula kelapa ini. Untuk menambah nikmat biasanya selalu ditambahkan air santan kelapa segar. Selain itu ditambahkan juga pewangi dari daun pandan atau menggunakan buah nangka. Irisan buah nangka ini biasanya ditambahkan jika sedang musim buah saja.

Minuman ini terakhir disajikan dengan tambahan serutan es batu. Memang sajian minuman ini akan membuat pembeli merasa segar kembali. Kandungan gula yang relatif cukup manis dapat membuat tambahan energi. Rasa dingin dari es ini membuat kesegaran dawet saat diminum membasahi tenggorokan. Jadi tidak heran banyak orang suka membeli minuman dawet ayu ini.

Segelas dawet ayu yang menyegarkan.

Segelas dawet ayu yang menyegarkan.

Spanduk penjual dawet ayu Banjarnegara.

Spanduk penjual dawet ayu Banjarnegara.

Dawet ayu ini sebenarnya jenis minuman yang sudah banyak dikenal. Namun saat ini ada kekhasan dari para penjual yang banyak bertebaran di berbagai tempat. Ternyata mereka memiliki kesamaan asalnya. Kalau ditilik dari asal penjualnya banyak yang mengaku dari daerah Banjarnegara, Jawa Tengah. Hal ini juga ditandai dengan tulisan pada papan nama gerobaknya atau spanduk yang digunakan untuk promosinya. Mereka banyak menuliskan sebagai Dawet Ayu Banjar. Walaupun saat ini juga banyak penduduk setempat yang ikut berjualan dawet ayu ini namun banyak yang masih menggunakan merek Banjar ini.

Gerobak yang digunakan juga memiliki bentuk yang khas. Di tongkat angkutan yang digunakan, pada bagian ujung, biasanya digambarkan sosok profil Petruk dan Bagong. Sosok ini memang menggambarkan watak yang khas dari orang-orang ngapak, yang termasuk orang dari daerah Banjarnegara ini.

Pada merek yang digunakan biasa juga digunakan kata dawet ayu. Hal ini digunakan untuk membedakan dengan jenis dawet hitam. Untuk dawet ayu ini biasanya berwarna hijau yang diperoleh dengan menggunakan pewarna daun suji.

Genthong dawet

Genthong dawet

Yang jual bapak-bapak yang gak ayu.

Yang jual bapak-bapak yang gak ayu.

Tuh yang jual malah kumisan, blas tidak ayu sama sekali.

Tuh yang jual malah kumisan, blas tidak ayu sama sekali.

Tapi omong-omong soal dawet ayu ini, yang sering terbayang oleh kita adalah penjualnya seorang wanita. Sosok dan parasnya akan terlihat ayu sesuai dengan nama minuman yang dijualnya. Namun jangan kaget dulu, karena ternyata kebanyakan penjual dawet ayu sama sekali tidak ada yang masuk aktegori ayu. Bahkan kalau mau dibilang yang masuk kategori feminin pun sangat sedikit. Hal ini karena kebanyakan penjualnya adalah seorang laki-laki dan sudah berumur lagi.

Jadi sudahlah kalau membeli dawet ayu tapi yang berjualan itu kumisan, maka silakan saja dinikmati kesegaran minumannya. Jadi jangan berharap kesegaran dari para penjualnya. Memang sih mereka selalu ramah kok, apalagi kalau pembelinya yang singgah di tempat mangkalnya berombongan. Sudah pasti itu…

4 thoughts on “Dawet Ayu Banjar yang Tidak Ayu

  1. klo boleh koreksi, wayangnya tu Semar sm Gareng. Klo disingkat jadi “Mareng” (dlm bhs banyumas “Mareng” = “Musim Kemarau”).
    Penjualnya berharap dawetnya laris manis ky waktu musim kemarau yang panas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s