Ternyata Semua Gethuk Goreng Sokaraja itu Asli

Bepergian ke suatu tempat, dalam perjalanan pulang selalu tidak lupa untuk membawa oleh-oleh. Tidak terkecuali kalau dari tempat tinggal orang tuayang rutin selalu dikunjungi, pulang kembali ke Yogya tidak lengkap juga kalau belum membawa oleh-oleh. Kampung asal yang terletak di desa Blater Purbalingga ini memberi banyak alternatif oleh-oleh seperti makanan khas Purbalingga sendiri atau dari dari daerah tetangga seperti Sokaraja dan Purwokerto. Omong-omong tentang oleh-oleh asal Sokaraja inilah yang ingin dituliskan dalam postingan ini.

Sokaraja yang merupakan kota kecamatan kecil hanya berjarak 9 km dari Purwokerto atau 10 km dari Purbalingga. Jadi terletak di pertengahan antara kedua kota ini. Di kota kecil ini juga menjadi persimpangan kalau dari arah Purwokerto mau ke Wonosobo atau mau ke Yogyakarta. Kota kecil ini kalau dahulu dikenal juga dengan lukisan cat yang bertipe naturalis kebanyakan bergambar pemandangan alam, namun saat ini sudah tidak populer lagi. Saat ini kota kecil ini lebih dikenal dengan pusat kuliner Sroto Sokaraja dan makanan ringan Gethuk Goreng.

Untuk penjualan gethuk goreng ini memang tersebar merata hampir di seluruh ruas jalan raya yang membelah Sokaraja ini. Saat ini menjalar sampai ke banyak toko oleh-oleh di beberapa daerah sekitar Yogyakarta. Di Sokaraja sendiri, jalan raya utama sepanjang lebih dari tiga kilometer dapat dilihat berderet-deret toko penjual oleh-oleh dengan gethuk goren ini sebagai jualan utamanya. Dapat dikatakan semua toko itu berjualan produk yang sama. Banyak juga toko oleh-oleh ini yang buka selama 24 jam, khususnya toko yang besar-besar.

Ni malah mejeng di depan oleh-oleh di kios oleh-oleh Sokaraja.

Ni malah mejeng di satu kios oleh-oleh di Sokaraja.

Penjualan gethuk goreng juga bervariasi tidak hanya lewat toko dengan jalan menunggu pembeli singgah. Sekarang gethuk goreng juga banyak dijual oleh pedagang asongan di terminal bis, di setasiun kereta api dan beberapa tempat wisata di sekitar Banyumas. Jadi bagi para wisatawan atau siapapun yang ingin membeli oleh-oleh gethuk goreng ini dipastikan dapat memperoleh atau membelinya dengan mudah di berbagai tempat.

Dari sisi rasa, sebenarnya tidak ada perbedaan yang sangat berarti dari satu gethuk goreng dari bikinan antara satu toko dengan toko yang lain. Hal yang penting kalau gethuk goreng baru digoreng rasanya akan lebih enak karena teksturnya masih terasa lembut. Kalau sudah berjalan lama maka gethuk goreng ini relatif akan terasa lebih keras. Gethuk goreng ini sebenarnya relatif tahan lama dan awet untuk disimpan selama beberapa hari hanya saja memang semakin hari akan semakin keras.

Gethuk goreng dibuat dari bahan utama singkong atau ketela pohon. Oleh karena itu daerah ini memerlukan pasokan umbi singkong segar secara terus menerus. Ketela pohon diparut dan kemudian dicampurkan dengan gula kelapa. Hal yang unik adalah parutan singkong ini kadang disengaja dengan menyisakan bagian seperti benang yang terdapat di tengah batang umbi singkong. Pembuatan gethuk goreng ini dilakukan dengan pengadukan dan pengukusan adonan sampai rata dan berwarna kecoklatan. Campuran yang sudah matang ini siap dicetak, dipotong kotak-kotak kecil  dan kemudian digoreng dalam minyak goreng panas sampai matang. Hasil gorengan ditiriskan dalam wadah tampah besar dari bambu untuk meniriskan minyak yang terbawa. Gethuk goreng inilah siap untuk dimakan atau dibungkus.

Selain gethuk goreng kebanyakan toko juga menyediakan gethuk biasa yang belum digoreng. Adonan gethuk yang sebenarnya sudah matang itu juga sudah enak rasanya. Beberapa pengunjung banyak juga yang membeli gethuk ini untuk dimakan segera karena relatif tidak tahan sampai beberapa hari. Gethuk ini dimakan dengan jalan ditambah parutan kelapa supaya terasa lebih enak.

Gethuk goreng siap dimakan.

Gethuk goreng siap dimakan.

Gethuk goreng dibeli dengan harga yang ditentukan per kilo. Saat ini harga per kilo gethuk goreng antara satu toko dengan toko yang lain relatif tidak jauh berbeda. Pengemasan gethuk goreng dengan menggunakan besek dari bambu. Jadi kalau ada pembeli yang datang maka tinggal pesan berapa bungkus, yang selanjutnya dilayani dengan penimbangan gethuk dan langsung dimasukkan ke wadah besek bambu tadi. Dengan demikian pembeli diyakinkan untuk memperoleh gethuk goreng yang masih segar dan baru saja dibuat.

Kalau berkunjung ke toko oleh-oleh ini maka ada layanan ekstra yang boleh kita manfaatkan. Begitu datang maka pelayan akan mengambil sepiring gethuk goreng untuk disajikan ke pembeli. Gethuk goreng ini gratis untuk dicicipi dan dimakan. Jadi kalau mau beli gethuk goreng ini, pastikan saja untuk mencicipi gethuk gratis ini. Jikapun pelayan tidak otomatis menawarkan, kita dapat menanyakannya yang langsung akan diberikan.

Omong-omong soal banyak sekali toko penjual gethuk goreng di daerah Sokaraja ini maka yang terpikir adalah sepertinya ada tingkat persaingan yang tinggi. Sepertinya hal ini tidak menjadi masalah karena selama ini setiap toko sepertinya juga selalu laku semua. Hanya kemudian mereka berlomba-lomba untuk berpromosi dan memberikan layanan sebaik mungkin.

Salah satu bentuk promosi penjualan gethuk goreng ini adalah menyediakan tempat parkir yang luas. Termasuk untuk servis bagi para pengemudi bis pariwisata yang mau menghentikan bis berisikan rombongan sehingga penumpangnya datang dan berbelanja di toko tersebut.

Setiap toko juga membuat papan nama baik yang besar maupun yang bertuliskan sekedarnya. Hal yang unik adalah para penjual itu banyak mengaku masih memiliki hubungan saudara satu dengan yang lain. Jadi terdapat kekerabatan antara para penjual gethuk goreng ini dapat kita maklumi karena mereka memang penduduk asli dari daerah Sokaraja ini.

Gethuk goreng asli lho, bukan palsu....

Gethuk goreng asli lho, bukan palsu....

Tuh memang gethuk goreng asli kan ? Bukan palsu !

Tuh memang gethuk goreng asli kan ? Bukan palsu !

Spanduk dan baliho berisikan papan nama toko ini tidak lupa menyebutkan bahwa mereka adalah penjugal gethuk goreng dengan mencantumkan kata asli. Kata asli ini kadang diikuti dengan pencantuman tahun yang merujuk pada toko itu pertama kali dibuka. Ada toko yang sudah buka sejak puluhan tahun yang lalu. Untuk pengertian kata asli ini sendiri sekarang menjadi rancu lagi, karena banyak yang menuliskan kata gethuk goreng asli ini.

Kalau saya sihmenganggap sah-sah saja setiap toko mencantumkan kata asli pada papan namanya. Hal ini merujuk pada pengertian bahwa gethuk goreng yang dijual itu memang asli gethuk goreng. Jadi bukan gethuk goreng yang palsu, misal gethuk goreng yang terbuat dari plastik atau tanah. Hehe…

Selamat menikmati gethuk gorengnya….

bonus :

Kalau mau baca tulisan di blog lain soal pembuatan gethuk goreng, ada di sini nih.

One thought on “Ternyata Semua Gethuk Goreng Sokaraja itu Asli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s