Database Struktur Gigi untuk Daerah Rawan

Salah satu bentuk metode forensik gigi adalah dengan pengenalan identifikasi struktur gigi dengan pengenalan pemiliknya. Hal ini sangat bermanfaat selain identifikasi uji DNA dalam pengenalan dan pembuktian siapa tubuh mayat yang diteliti. Pada kondisi mayat yang relatif susah diidentifikasi secara fisik, misal karena sudah meninggal pada jangka waktu yang lama sehingga tubuh sudah rusak atau bahkan tinggal kerangka. Demikian juga apabila kondisi mayat rusak karena suatu kondisi khusus misal mutilasi berat, terbakar atau penyebab lain. Demikian juga metoda identifikasi struktur gigi ini dapat diterapkan bukan pada kasus kejahatan tetapi pada identifikasi jenasah korban letusan gunung merapi.

Untuk diketahui, letusan gunung merapi ini menimbulkan bencana yang berakibat korban jiwa yang tidak sedikit. Akibat kurang kepatuhan pada anjuran pemerintah untuk mengungsi serta perkiraan letusan yang sebelumnya tidak diduga tidak berakibat jauh, maka masih banyak penduduk yang tetap menghuni kampung yang berada di daerah rawan. Beberapa korban berada di lokasi bencana karena berbagai alasan seperti penduduk lokal yang menjaga harta dan rumah, atau para relawan yang bertugas. Beberapa korban lagi berada di desa yang sebelumnya tidak diduga akan ikut terkena korban wedus gembel.

Pemakaman massal untuk korban merapi dengan jenasah yang tidak teridentifikasikan.

Korban yang terkena awan panas ini relatif berada dalam kondisi yang mengenaskan. Kondisi tubuh akan terbakar oleh temperatur yang tinggi dari uap dan debu yang dikeluarkan oleh letusan gunung Merapi ini. Solfatara atau dikenal juga sebagai wedus gembel ini keluar dan kemudian mengalir mengikuti aliran sungai ke bagian bawah lereng gunung. Semua yang terkena awan panas ini akan merasakan panas yang tinggi. Tumbuhan akan mati gosong bahkan bambu akan pecah menimbulkan suara keras. Hewan dan manusia pun akan melepuh terkena panas yang tinggi ini. Dalam perkembangannya, jenasah atau bangkai binatang ini akan tertimbun debu dengan temperatur yang masih tinggi. Hal ini akan berakibat tubuh menjadi gosong terbakar, sehingga menyisakan sisa-sisa tubuh yang hitam atau bahkan kerangka yang relatif rapuh.Setelah beberapa waktu dilakukan penyisiran untuk penemuan dan evakuasi jenasah korban, maka diperoleh masalah baru berupa identifikasi korban yang sulit dikenali. Hal yang memungkinkan adalah dengan penggunaan data sekunder seperti keterangan baju atau dengan informasi struktur gigi. Untuk identifikasi dengan menggunakan uji DNA maka jelas tidak menjadi prioritas karena kebutuhan untuk membantu korban yang masih hidup juga cukup besar dan lebih diutamakan. Dengan penggunaan informasi sekunder itu serta data korban yang masih belum ditemukan keluarga maka dapat dicocokkan untuk identifikasi korban tersebut. Walaupun pada akhirnya tetap saja masih dijumpai korban yang tidak bisa diidentifikasikan sehingga tetap dikubur secara massal.

Dalam kondisi darurat, memang bisa saja korban tidak ditemukan mungkin karena berpisah selama proses pengungsian. Namun setelah beberapa waktu, mereka akan berjumpa kembali. Untuk korban yang pada akhirnya tidak dijumpai lagi, mungkin dapat dipastikan akan sebagai korban tewas.

Masalah yang dihadapi adalah sering keluarga tidak dapat mengingat secara persis struktur gigi korban. Dengan demikian mereka juga tidak dapat memastikan identifikasi korban. Pada peristiwa letusan Merapi yang terjadi pada periode awal November, mengakibatkan sekitar lebih dari 50 orang jenasah yang tidak dapat diidentifikasi dengan mudah. Jenasah korban ini akhirnya dimakamkan secara massal hanya dengan informasi lokasi ditemukan jenasah tersebut. Apabila terdapat database struktur gigi mungkin akan dapat membantu langkah identifikasi ini.

Contoh data rekaman gigi pasien. (klik gambar untuk memperbesar)

Ke depan mungkin untuk penduduk di daerah rawan bahaya seperti yang tinggal di lereng gunung Merapi ini perlu dilakukan pembuatan database struktur gigi. Langkah ini akan sangat membantu  dalam rangka antisipasi terjadinya situasi seperti yang terjadi pada bencana tahun 2010 ini.

 

One thought on “Database Struktur Gigi untuk Daerah Rawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s