Bromelia Merah yang Meriah

Tanaman hias yang di halaman rumah kami sebenarnya sedikit. Itupun tidak dirawat secara intensif hanya sekedarnya saja. Dari beberapa tanaman yang ada, ternyata ada satu jenis yang cukup menarik pandangan mata, khususnya kalau sedang berbunga. Tanaman ini adalah dari jenis bromelia atau nanas-nanasan. Berbeda dari tanaman nanas yang diambil buahnya, kalau tanaman hias ini dipelihara karena corak daun atau karena bunga yang dihasilkannya.

Bromelia yang ada di halaman rumah kami ada dua jenis, yakni bromelia berdaun warna hijau dengan ujung yang berwarna ungu dan bromelia yang berdaun warna hijau cerah polos. Sebenarnya ada satu lagi bromelia yang berwarna coklat bergurat putih, tetapi tanaman ini kemudian mati kekeringan. Pada tulisan ini saya hanya menceritakan bromelian yang berdaun saja.

Tanaman ini asalnya diperoleh dari tempat tetangga yang memang banyak memelihara bromelia ini. Bibit tanaman berupa tunas anakan yang tumbuh dari bonggol indukannya. Dengan memotong tunas sambil menyisakan sedikit akarnya kemudian ditancapkan ke tanah, maka akan tumbuh dengan mudah. Tanaman ini tidak memerlukan banyak air. Apabila disiram, maka tanaman juga dapat menyimpan air siraman dalam ketiak daun. Tepi permukaan daun ditumbuhi duri halus dan cukup tajam sehingga kalau akan memegang harus hati-hati.

Bunga bromelia yang merah merekah.

Bromelia ini cukup bandel untuk hidup membesar. Sampai dengan waktu tertentu apabila terkena panas matahari yang sesuai maka tanaman ini akan mengeluarkan bunganya. Pada saat keluar bunga inilah baru terlihat kecantikan tanaman hias ini. Kuncup bunga akan keluar di bagian ujung atas tanaman seperti bunga kecombrang. Kemudian setelah beberapa hari, tunas bunga membesar dan satu per satu bagian bunga yang terbawah akan mekar. Bunga yang berwarna merah cerah ini sangat cantik saat mekar ini.

Pada sisi lain, bunga ini ternyata juga menarik perhatian serangga. Mungkin bunga ini menghasilkan bahan kimia sejenis feromon seperti yang terdapat pada tanaman carnivora misal kantong semar atau bunga suweg. Tetapi serangga itu hanya datang dan tentu saja tidak dimakan oleh bunga ini karena ukuran bunga yang kecil dan tidak mempunyai kelopak yang bisa menjebak serangga yang datang. Dari bunga ini tidak terjadi pembuahan seperti pada jenis nanas berbuah. Bunga akan mekar sampai seluruh bagian dan kemudian akan layu berubah menjadi coklat.

Setelah layu ini maka akan terjadi proses pembiakan secara vegetatif. Beberapa tunas anakan akan muncul dari sekitar batang akar di bagian bawah. Dari satu indukan yang telah berbunga ini dapat muncul 1-2 anakan. Kalau di rumah kami indukan ini dapat dipaksa untuk menghasilkan tunas sampai 4-6 anakan. Caranya adalah dengan membiarkan 2 anakan pertama membesar sampai terlihat cukup memiliki daun dan perakaran minimal. Anakan ini kemudian dipisah untuk ditanam. Indukan yang dibiarkan tumbuh maka akan dapat menghasilkan 2 anakan baru. Dengan cara seperti ini dapat diulangi lagi. Tetapi kalau sudah keluar 6 tunas, biasanya indukan akan mati karena daun yang dimilikinya biasanya juga sudah ikut layu. Mungkin cara lain adalah dengan menggunakan sistem kultur jaringan untuk menghasilkan banyak bibit baru.

Bunga bromelia ternyata juga menarik kedatangan serangga.

Selamat bercocok tanam bromelia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s