Air Cucian Beras Jangan Dibuang

Setiap menanak nasi, beras mesti terlebih dahulu dicuci dengan air bersih. Baru setelah itu beras direbus untuk ditanak di dandang nasi. Saat ini dengan peralatan modern, beras setelah dicuci dapat langsung dimasukkan ke rice cooker sehingga dalam satu langkah sudah dapat diperoleh nasi siap makan.

Pencucian beras sebelum dimasak memang sepertinya sudah menjadi keharusan. Tujuan pencucian tentu saja adalah untuk membersihkan beras seperti dari kulit yang terbawa, sisa gabah, serangga kecil pemakan beras, butiran kerikil yang terlihat atau kotoran lainnya. Pada saat pencucian ini, air cucian beras akan terlihat putih keruh karena akan membawa partikel halus yang menempel di butiran beras.

Air dari proses pencucian beras untuk pupuk.

Air dari proses pencucian beras untuk pupuk.

Partikel putih yang terbawa dalam air cucian ini sebenarnya adalah karbohidrat juga seperti halnya yang terdapat dalam bijih beras. Bahkan untuk jenis beras yang dibuang kulit gabahnya dengan jalan ditumbuk dan bukan dengan menggunakan mesin, maka akan menyisakan komponen bahan alami yang sangat bermanfaat. Bahan ini kaya akan vitamin B. Pada proses pengupasan kulit ini maka akan dihasilkan hasil samping berupa dedak dan juga gabah atau kulit biji beras.

Mengingat manfaat bahan halus yang menempel di butiran beras ini maka saat dicuci, hendaknya jangan dibuang. Tetapi jelas kalau dimanfaatkan untuk dikonsumsi akan tidak mungkin karena jumlahnya sedikit dan mungkin orang akan jijik. Cara lain adalah dengan dimanfaatkan bukan untuk manusia.

Kalau di rumah, air cucian beras ini ditampung dan kemudian didiamkan dulu beberapa saat. Air cucian ini selanjutnya digunakan untuk menyiram tanaman hias di pot dan di pekarangan rumah. Hanya saja yang perlu diperhatikan, adalah air ini disiramkan ke tanah, jangan terkena daun. Apabila terkena daun sering mengakibatkan permukaan daun terbentuk bercak-bercak putih yang dapat mengurangi kecantikan tanaman. Manfaat siraman air cucian beras ini yang kaya nutrisi ini dapat menjadi sumber nutrisi bagi berbagai mikroorganisme di dalam tanah. Akibatnya adalah tanah yang kaya akan mikroorganisme ini menjadi subur secara alami.

Jadi silakan dicoba resep ini, semoga bermanfaat….

One thought on “Air Cucian Beras Jangan Dibuang

  1. Ping-balik: 2010 in review « Blog Ari Dharmayanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s